WIDYA PAKARTI NUGRAHA

November 21, 2011 by   - dibaca 520 kali
Leave a Comment

Selamat dan sukses atas diraihnya penghargaan WIDYA PAKARTI NUGRAHA tingkat provinsi Jawa Timur.

Pendidikan karakter yang dipelajari disekolah membentuk siswa yang pintar dan beretika. Karena dengan pendidikan karakter, siswa tidak hanya diajarkan untuk pintar dalam pelajaran, tetapi juga beretika.

Hal tersebut disampaikan, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Rasiyo, Msi pada acara Penghargaan Widya Pakarti Nugraha Sekolah Berkarakter se-JatimTahun 2011yang bertemakan Membangun Karakter Anak Bangsa di Jawa Timur Melalui Pendidikan di Gedung Jatim Expo Surabaya, Sabtu(19/11).

Menurutnya, dunia pendidikan tidak hanya menciptakan manusia pintar dan cerdas tetapi juga menciptakan manusia yang mempunyai etika dan sopan santun yang bagus. ”Sesuai dengan jati diri bangsa kita yang ketimuran, yakni mengedepankan etika dan sopan santun, pendidikan karakter perlu dikembangkan di sekolah-sekolah di seluruh kabupaten kota Se Jatim mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar(SD), Sekolah Menengah Pertama (SM), dan Sekolah Menengah Atas(SMA),” ujarnya.

Selama ini, banyak manusia memiliki kepintaran tetapi masih belum mempunyai etika yang bagus. Seharusnya kepintaran diimbangi dengan etika, karena kalu etika tidak dimiliki maka masyarakat tidak akan menggunakannya. ” Etika adalah yang paling penting dari segala-galanya,” tambahnya.

Dalam membentuk etika tersebut, selain orang tua, sekolah juga memiliki tanggung jawab yang besar dalam membentuk karakter siswa. Oleh sebab itu, perlu ada kurikulum khusus yang mengajarkan tentang etika yang dirangkum dalam pendidikan karakter. Sehingga perlu kerjasama dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota untuk mewujudkan siswa yang beretika dan berkahlak mulia. Pemerintah provinsi terus mendorong pemerintah kabupaten kota untuk menggagas implementasi dari pendidikan karakter ini. Kabupaten kota harus paham secara substansial program yang akan dijalani demi kemajuan siswa. ” Implementasi, implementasi dan implementasi merupakan kunci sukses keberhasilan program pendidikan di kabupaten kota, serta provinsi akan terus dorong program tersebut,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama Dirjen Pendidikan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Hamid Muhammad menyampaikan, sesuai dengan perintah presiden mengenai gerakan nasional dalam merevitalisasi pendidikan, pendidikan karakter harus dipahami semua lapisan masyarakat mulai dari keluarga, lembaga pendidikan dan masyarakat.

Pendidikan karakter, menurut Hamid Muhammad, bukan hal yan baru. Sudah banyak yang memulai juga banyak telah melupakan. Oleh karena itu, dengan ajang penghargaan Widya Pakarti Nugraha di Jawa Timur dan pertama di Indonesia ini, pendidikan karakter tidak hanya diadakan saja, akan tetapi harus dipraktekkan, diberikan contoh dibiasakan dan dibudayakan. ” Pendidikan karakter pernah dilakukan tapi cuma diadakan . oleh karena itu, kita harus mengoptimalkan pendidikan berkarakter. Banyak hal yang bisa dibentuk dari pendidikan karakter,” ujarnya. (humaspemprov/Tra/Irawan)

Komentar Anda?

  1. -

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama mengisi komentar berita ini. Tinggalkan komentar anda dibawah ini.

Komentar Anda?